Perjalanan Berharga Yogya-Magelang

http://ulasanasal.blogspot.com/2013/01/pulang.html
Kamis, tujuh Agustus duaribu empatbelas. Kira-kira pukul 9 pagi saya telah sampai di Terminal Bis Jombor, Yogyakarta. Saya memarkirkan Titanium di salah satu penitipan sepeda motor. Ya, saya akan kembali pulang ke Magelang setelah beberapa hari merantau di kota gudeg ini. Untung ada bis ekonomi yang akan melaju ke Semarang. Jika tidak, saya terpaksa pulang dengan bis AC yang perlu menambah beberapa perak lagi. Memang tidak terlalu mahal untuk kondisi yang nyaman, tapi saya lebih memilih untuk pulang dengan bis ekonomi.

Part III >> Inisiasi Sanata Dharma 2014--(Lupakan) Reputasiku!!!

Saya pun kembali fokus menyetel kamera yang saya pegang. Di sebelah saya ada seorang wartawan wanita yang tiba-tiba ngedumel juga.
“Sudah, ah. Ini pertama dan terakhir kali (liputan-Ninda) di sini.”

Part II >> Inisiasi Sanata Dharma 2014--(Lupakan) Reputasiku!!!

Setelah setengah jam berdiri akhirnya kami beserta salah satu wartawan Wawasan duduk di taman yang dipenuhi oleh semut. Setelah heboh dengan kasus semut barulah bagian Humas Sadhar meminta panitia untuk membawakan kursi panjang untuk tempat duduk para awak media. Kenapa tidak dari tadi?

Part I >> Inisiasi Sanata Dharma 2014--(Lupakan) Reputasiku!!!


Enam Agustus duaribu empatbelas, Rabu yang cerah membuat saya bangun lebih awal dari biasanya. Setelah menyelesaikan semua pekerjaanku di pagi buta, saya bergegas mandi dan bersiap-siap menyambut Titaniumku yang akan mengantarkanku berlari menuju Kampus III Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Bukan untuk kuliah, kampusku bukan di sini. Saya datang hanya untuk liputan ospek kampus yang diberi nama Inisisasi Sanata Dharma (Insadha) juga untuk shift Marketing Masdha.
Tepat jam tujuh pagi saya bertemu sahabatku di depan Apotek Sanata Dharma (Sadhar). Awalnya kami dicegat dengan muka yang cukup ‘manis’ dengan mas-mas keamanan yang ‘ganteng’, tapi begitu melihat kartu pers yang menggantung di seragam persku malaikat sepertinya langsung mengisi raga mereka.

Powered by Blogger.