Gabungan Politik Indonesia (GAPI)

Gabungan politik Indonesia (GAPI) didirikan pada tamggal 21 mei 1939 di bawah pimpinan Muh. Husni Tamrin. GAPI  merupakan gabungan dari organisai kebangsaan yang terdiri atas Parindra,PNI,Pasundan,PSII,Persatuan Minahasa, dan Gerindo. Penggabungan berbagai organisasi tersebut atas dasar persamaan cita-cita dan ingin membangun suatu partai yang beser. Tuntutan GAPI yanhg sangat terkenal ialah agar Indonesia diberi perwakilan parlemen.
        Asas kegiatan GAPI yaitu :
a.     hak menentukan nasibnya sendiri;
b.     persatuan nasional seluruh bangsa Indonesia berdasarkan demokrasi dalam bidang sosial,politik, dan    ekonomi;
c.     mengadakan kesatuan aksi seluruh pergerakan nasional.


     GAPI merupaikan suatu organisasi yabg bersifat demokratis. Hal ini dibuktikan dengan dibentuknya majelis rakyat. Majelis rakyat berhasil mengadakan konferensi pada tanggal 19-20 september 1936, yang memutuskan :
a.  Tuntutan adanya parlemen yang anggotanya dipilih oleh rakyat dan harus bertanggung jawab kepada rakyat;
b.  Apabila tuntutan GAPI dipenuhi oleh pemerintah kolonial, maka rakyat Indonesia akan membantu pemerintah kolonial sekuatnya;
c.  Anggota gapi tidak akan bertindak sendiri-sendiri dalajm aktivitas politiknya.

    Tindakan nyata dilakukan oleh GAPI berikutnya ialah mengadakan Kngres Rakyat Indonesia pada tanggal 23-25 desember 1939, yang menghasilkan suatu kesepakatan untuk membetuk badan perwakilan sejenis parlemen di dalam struktur pemerintahan Kolonial Belanda. Tuntutan GAPI ini ditanggapi noleh Belanda dengan membentuk Komisi Visman pada bulan Maret 1941, yang bertugas untuk menyelidiki peribahan ketatanegaraan 6yang ada di Indonesia. Komisi Visman ternyata lebih memihak kepada pemerintah Belanda, sehingga hasilnya hanya memberikan status dominion kepada Indonesia pada kemudian hari.

Leave a Reply

Powered by Blogger.