Part I >> Inisiasi Sanata Dharma 2014--(Lupakan) Reputasiku!!!


Enam Agustus duaribu empatbelas, Rabu yang cerah membuat saya bangun lebih awal dari biasanya. Setelah menyelesaikan semua pekerjaanku di pagi buta, saya bergegas mandi dan bersiap-siap menyambut Titaniumku yang akan mengantarkanku berlari menuju Kampus III Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Bukan untuk kuliah, kampusku bukan di sini. Saya datang hanya untuk liputan ospek kampus yang diberi nama Inisisasi Sanata Dharma (Insadha) juga untuk shift Marketing Masdha.
Tepat jam tujuh pagi saya bertemu sahabatku di depan Apotek Sanata Dharma (Sadhar). Awalnya kami dicegat dengan muka yang cukup ‘manis’ dengan mas-mas keamanan yang ‘ganteng’, tapi begitu melihat kartu pers yang menggantung di seragam persku malaikat sepertinya langsung mengisi raga mereka.

“Oh, mbaknya dari pers ya? Parkirnya di depan, ya, mbak.”
Mungkin saya sedang bejo. Biasanya kartu identitasku akan terbalik tertiup angin, apalagi jika saya kebut-kebutan seperti tadi. Kartu identitasku tetap manis pada posisi tulisan PERS berada di depan dadaku. Jadi para mas-mas itu tak perlu berbasa-basi menanyakan keperluanku datang ke kampus.
Setelah memasuki area parkiran, kami langsung dihampiri oleh Mas Bayu, LO Keamanan untuk natas. Beliau berbasa-basi dan memberikan selembar kertas tidak resmi yang berisi peraturan peliputan. Saya kaget dengan salah satu peraturan yang intinya para awak pers hanya boleh melakukan wawancara kepada Ketua Umum. Lha situ siapa e? Wong kita mau ngeliput dan wawancara Bu Risma, kok, batinku saat itu. Saya juga tahu benar bahwa sahabatku yang masih berdiri di sebelah motornya ngedumel dalam hati.
Setelah itu kami juga diberitahu bahwa pengambilan gambar hanya bisa dilakukan selama lima menit di waktu yang telah ditentukan oleh panitia. Saya bingung, kamera yang dibawa ada dua dan keduanya DSLR. Saya belum mahir mengaturnya secara manual, jika hanya diberi waktu lima menit saya akan dapat apa? Akhirnya saya membutuskan untuk mengeluarkan HP dari dalam tas, membuka aplikasi kamera dan menonaktifkan blitz yang sudah terstel otomatis. Daripada gagap pake DSLR keren mending pake HP butut tapi tahu cara pake-nya.
Kami diantarkan menuju hall utara untuk menunggu. Selama menunggu itu ada seorang lagi dari keamanan yang saya lupa namanya—entah Helder, Buldog, ah nama yang rumit—mendatangi kami. Ia datang untuk menjelaskan kembali peraturan yang tertera di kertas dan menegaskan kepada kami jika kami tidak bisa bekerjasama dengan baik, maka panitia akan mengeluarkan kami dari area Insadha.

Kira-kira pukul setengah delapan akhirnya kami diijinkan memasuki area Insadha. Kami diberikan satu lahan untuk... berdiri sedangkan beberapa panitia di depan kami sedang asyik-asyiknya duduk. Kami kan tamu undangan, tapi kenapa tidak ada tempat duduk yang tersedia?

One thoughts on “Part I >> Inisiasi Sanata Dharma 2014--(Lupakan) Reputasiku!!!

Powered by Blogger.